Kesatuan
pengelolaan hutan (KPH) Tanah Bumbu ditetapkan
berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.78/Menhut-II/2010 tanggal 10 Februari 2010 tentang Penetapan wilayah kesatuan pengelolaan hutan produksi
(KPHP) Tanah Bumbu (Unit VI)
yang
terletak di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil analisis
spatial yang di sinkronkan dengan Revisi Rencana Tata Ruang Kabupaten Tanah Bumbu luas KPHP Tanah Bumbu adalah seluas 260.082
ha. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan
kehutanan No SK 269/MenLHK-Setjen/2015 tanngal 28 Juli 2015 tentang Perubahan
Fungsi kawasan Hutan Produksi Tetap menjadi kawasan Hutan Produksi Konversi di
Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan seluas 223 Ha, Keputusan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No SK 425/MenLHK-Setjen/2015 tanggal 7
Oktober 2015 tentang Perubahan fungsi kawasan Hutan Produksi Tetap menjadi
kawasan Hutan Produksi Konversi di kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan
Selatan seluas 662 Ha, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No SK
426/MenLHK-Setjen/2015 tangal 7 Oktober 2015 tentang Perubahan Fungsi Kawasan
Hutan Produksi menjadi Kawasan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Tanah Bumbu
Propinsi Kalimantan Selatan seluas 8.063 Ha.
Secara geografis KPHP Tanah Bumbu terletak pada 2°52’ - 3°47 LS dan 115°15’ - 116°04’ BT dengan batas-batas :
Ø Sebelah Utara : Kabupaten Kotabaru
Ø Sebelah Selatan : Laut Jawa
Ø Sebelah Timur : Kabupaten Kotabaru
Ø Sebelah Barat : Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.
Mengacu pada data
administrasi pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu, lokasi KPHP Tanah Bumbu
berada pada 6 (Enam) wilayah administrasi kecamatan yaitu :
1. Kecamatan Satui
2. Kecamatan Angsana
3. Kecamatan Sungai Loban
4. Kecamatan Mentewe
5. Kecamatan Kusan Hulu
6. Kecamatan Simpang Empat
Mengacu pada struktur organisasi
Kehutanan, Unit KPHP Tanah Bumbu
merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Gambar
1. Lokasi KPHP Tanah
Bumbu
Luas wilayah Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 506.696,00 Ha atau 5.066,96 km2 yang dibentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2003
tentang pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan
di Provinsi Kalimantan Selatan
Berdasarkan Keputusan Menteri
Kehutanan Nomor SK.435/Menhut-II/2009 tenteng Penunjukan Kawasan Hutan Provinsi
Kalimantan Selatan, dari luas kabupaten Tanah Bumbu tersebut terdiri dari 60,93
% atau 296.817,80 Ha merupakan kawasan hutan dan 39,07 % atau 190.351,65 Ha
merupakan non kawasan hutan berupa areal penggunaan lain dan perairan.
Tabel
1. Profil kecamatan di KPHP Tanah Bumbu
No
|
Kecamatan
|
Ibukota Kecamatan
|
Luas Km2
|
Desa
|
Keterangan
|
1
|
Satui
|
Sei Danau
|
876,58
|
16
|
|
2
|
Sei Loban
|
Sari Mulya
|
358,41
|
17
|
|
3
|
Angsana
|
Angsana
|
151,54
|
9
|
|
4
|
Kusan Hulu
|
Bina Wara
|
1.609,39
|
21
|
|
5
|
Simp.Empat
|
Kampung baru
|
302,32
|
12
|
|
6
|
Mentewe
|
Mentewe
|
1.011,21
|
13
|
|
Sumber Data Pemerintah Kab.Tanah
Bumbu 2014
1.1.
Fungsi
Kawasan Hutan KPHP Unit VI Tanah Bumbu
Tabel
2. Fungsi Kawasan Hutan KPHP Tanah Bumbu
KPHP Tanah Bumbu
|
FUNGSI
|
|||
Hutan Lindung
|
Hutan Produksi Terbatas
|
Hutan Produksi Tetap
|
JUMLAH
|
|
Resort Kphp Satui
|
14,525
|
70,035
|
84,560
|
|
Resort Kphp Kusan
|
4,191
|
9,909
|
72,977
|
87,077
|
Resort Kphl Meratus
|
78,997
|
594
|
2,500
|
82,091
|
Grand Total
|
83,188
|
25,028
|
145,512
|
253,728
|
Sumber:
Hasil Olahan
1.2
Curah Hujan
Tabel 5. Rekapitulasi curah hujan Tanah
Bumbu
No
|
Tahun
|
Hari
HujanHari)
|
Curah
Hujan (mm)
|
1
|
2005
|
198
|
2,423.8
|
2
|
2006
|
237
|
2,042.9
|
3
|
2007
|
211
|
1,999.3
|
4
|
2008
|
250
|
2,902.0
|
5
|
2009
|
258
|
2,941.2
|
6
|
2010
|
202
|
1,852.9
|
7
|
2011
|
116
|
2,519.4
|
8
|
2012
|
61
|
1,256.7
|
9
|
2013
|
246
|
2,109.2
|
10
|
2014
|
254
|
2,394.1
|
Jumlah
|
2.203
|
22,441.5
|
|
Rata-rata
|
203.3
|
2,244.15
|
|
Intensitas
Hujan
|
11.04
|
Data tersebut
menunjukkan curah hujan tertinggi terjadi
pada Tahun 2009 dengan curah hujan 2,941.2 mm/tahun dan curah hujan terendah terjadi pada Tahun 2012 dengan curah
hujan hanya 1,256.7 mm/bulan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar